pencarian

Minggu, 06 Februari 2011


Penelitian Al-Quran Dengan Sains Modern

by Lucky Arif on 11:04 AM, 22-Nov-09

"Tak ada benturan dan
pertentangan antara Islam
dengan sains," cetus Ketua
Persatuan Ulama Umat Islam
Dunia, Dr Yusuf Al-Qaradhawi,
dalam sebuah kesempatan. Alih-
alih bertentangan, para saintis
modern Barat telah
membuktikan bahwa ajaran
Islam sangat sejalan dengan ilmu
pengetahuan modern.
Alquran sebagai kitab suci dan
petunjuk hidup umat Islam yang
diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW pada 14 abad
silam, secara mengagumkan,
mengungkapkan sederet
fenomena ilmu pengetahuan
yang telah terbukti akurasi dan
kebenarannya. Hal itu berbeda
dengan Bible--ajaran Kristen
yang justru memiliki banyak
perbedaan pandangan dengan
ilmu pengetahuan.
Munculnya perbedaan
pandangan antara Bible dengan
sains memang telah
mengundang perdebatan di
kalangan penganut Kristen.
Banyaknya ketidaksesuaian
antara Bible dengan sains
diungkapkan Robert C Newman
dalam sebuah tulisannya
bertajuk Conflict between
Christianity and Science. Hal itu
kerap mengundang keraguan di
kalangan Nasrani tentang
kebenaran Bible sebagai firman
Tuhan.
Setelah melakukan berbagai
penelitian ilmiah, para saintis
Barat telah membuktikan
kebenaran janji Allah SWT
tentang isi Alquran. Dalam surah
Albaqarah ayat 2, Allah SWT
berfirman, "Kitab (Alquran) ini
tidak ada keraguan padanya,
petunjuk bagi mereka yang
bertakwa."
Prof Keith L Moore, guru besar
Departemen Anatomi dan Biologi
Sel Universitas Toronto, telah
membuktikan kebenaran firman
Allah SWT itu. "Saya tak tahu
apa-apa tentang agama, namun
saya meyakini kebenaran fakta
yang terkandung dalam Alquran
dan sunah," papar Moore yang
terkagum-kagum dengan
kandungan Alquran yang secara
akurat menjelaskan
perkembangan embrio manusia.
Berikut ini sebagian kecil fakta
penting tentang kandungan
Alquran yang sejalan dengan
temuan dunia sains modern.
Pembentukan awan
Para saintis telah mempelajari
beragam jenis awan. Selain itu,
kalangan ilmuwan juga meneliti
proses terbentuknya awan dan
bagaimana hujan terjadi. Secara
ilmiah, saintis memaparkan
proses terjadinya hujan dimulai
dari awan yang didorong angin.
Awan Cumulonimbus terbentuk
ketika angin mendorong
sejumlah awan kecil ke wilayah
awan itu bergabung hingga
kemudian terjadi hujan.
Tentang fenomena
pembentukan awan dan hujan
itu, Alquran pun menjelaskannya
secara akurat. Tidaklah kamu
melihat bahwa Allah mengarak
awan, kemudian mengumpulkan
antara (bagian-bagian)-nya,
kemudian menjadikannya
bertindih-tindih. Maka,
kelihatanlah olehmu hujan keluar
dari celah-celahnya dan Allah
(juga) menurunkan (butiran-
butiran) es dari langit, (yaitu)
dari (gumpalan-gumpalan awan,
seperti) gunung-gunung. Maka,
ditimpakan-Nya (butiran-
butiran) es itu kepada siapa
yang dikehendaki-Nya dan
dipalingkan-Nya dari siapa yang
dikehendaki-Nya. Kilauan kilat
awan itu hampir-hampir
menghilangkan penglihatan." (QS
Annur: ayat 43).
Lautan dan sungai
Ilmu pengetahuan modern telah
menemukan adanya batas di
tempat pertemuan antara dua
lautan yang berbeda. Pembatas
itu membagi dua lautan
sehingga setiap laut memiliki
temperatur, berat jenis, dan
kadar garam masing-masing.
Misalnya, laut Mediterania
memiliki air yang hangat serta
kadar garam dan berat jenisnya
lebih rendah dibandingkan
Samudra Atlantik.
Temuan sains modern itu sejalan
dengan Alquran yang telah
mengungkapkannya sejak 14
abad lampau. Dalam surah
Arrahman ayat 19-20, Allah SWT
berfirman, ''Dia membiarkan dua
lautan mengalir, yang keduanya
kemudian bertemu. Antara
keduanya, ada batas yang tidak
dilampaui oleh masing-masing.''
Perbedaan kadar garam kedua
lautan yang dipisahkan
pembatas itu juga diungkapkan
dalam surah Alfurqan ayat 53,
"Dan, Dialah yang membiarkan
dua laut mengalir
(berdampingan); yang ini tawar
lagi segar dan yang lain asin lagi
pahit; dan Dia jadikan antara
keduanya dinding dan batas
yang menghalangi." Kebenaran
ayat Alquran itulah yang
membuat para saintis Barat
berdecak kagum.
Pentingnya ASI
Dunia kesehatan modern
beberapa tahun ini mulai
menggaungkan pentingnya
pemberian Air Susu Ibu (ASI).
Anjuran itu mulai digalakkan
karena ASI memiliki banyak
keunggulan. Secara ilmiah, ASI
merupakan makanan bagi bayi
yang telah terbukti memiliki
keunggulan dibandingkan
dengan susu sapi atau susu
yang berasal dari sumber lain.
Alquran telah menyatakan
pentingnya pemberian ASI bagi
bayi dan batita sejak 14 abad
lampau.
Dalam surah Albaqarah ayat 233,
Allah SWT berfirman, "Para ibu
hendaknya menyusukan anak-
anaknya selama 2 tahun penuh.
Yaitu, bagi yang ingin
menyempurnakan
penyusuannya. Dan, kewajiban
ayah memberikan makan dan
pakaian kepada para ibu dengan
cara yang ma'ruf."
Serebrum (otak besar)
Pada surah Al 'Alaq ayat 15-16,
Allah SWT berfirman,
"Ketahuilah, sungguh jika dia
tidak berhenti (berbuat
demikian), niscaya Kami tarik
ubun-ubunnya. (Yaitu) ubun-
ubun orang mendustakan lagi
durhaka." Ubun-ubun inilah yang
disebut para saintis sebagai
serebrum (otak besar). Lalu, apa
hubungannya dengan
kebohongan dan serebrum?
Secara psikologi, otak besar ini
ternyata bertanggung jawab
untuk merencanakan,
memotivasi, dan memprakarsai
hal yang baik ataupun buruk.
Otak besar juga bertanggung
jawab atas kebohongan dan
kebenaran yang dikatakan
seseorang.
Pembentukan embrio
manusia
Alquran secara gamblang telah
menjelaskan proses
pembentukan embrio manusia.
"Dan, sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari suatu
saripati (berasal) dari tanah.
Kemudian, Kami jadikan saripati
itu air mani (yang disimpan)
dalam tempat yang kokoh
(rahim). Kemudian, air mani itu
Kami jadikan segumpal darah.
Lalu, segumpal darah itu kami
jadikan segumpal daging dan
segumpal daging itu Kami
jadikan tulang belulang. Lalu,
tulang belulang itu Kami
bungkus daging. Kemudian,
Kami jadikan dia makhluk yang
(berbentuk) lain ...." (QS
Almu'minun: 12-14).
Fakta yang diungkapkan dalam
Alquran itu sungguh
mencengangkan para saintis
modern Barat. "Saya sungguh
sangat membahagiakan bisa
membantu mengklarifikasi
pernyataan Alquran tentang
perkembangan manusia. Jelaslah
bagi saya, pernyataan (Alquran)
itu pastilah turun kepada
Muhammad dari Tuhan," papar
Prof Keith L Moore, ilmuwan
terkemuka dalam bidang
anatomi dan embriologi.
"Sebab, hampir semua
pengetahuan itu belum
ditemukan hingga beberapa
abad kemudian. Ini
membuktikan kepada saya
bahwa Muhammad adalah
seorang Rasul utusan Tuhan,"
imbuhnya.
Kesaksian Para Saintis
tentang Alquran
* Prof E Marshall Johnson
Guru besar dan Ketua
Departemen Anatomi dan
Perkembangan Biologi
Universitas Thomas Jefferson,
Philadelphia, Pennsylvania, AS,
itu mulai tertarik untuk meneliti
tanda-tanda ilmiah yang
terdapat dalam Alquran dalam
ajang Konferensi Medis ke-7
Arab Saudi Tahun 1982. Ketika
itu, dibentuk panitia khusus
untuk menginvestigasi tanda-
tanda ilmiah dalam Alquran dan
hadis.
Setelah melakukan penelitian,
Prof Johnson pun mengakui
tanda-tanda ilmiah yang
terkandung dalam Alquran.
"Kesimpulannya, Alquran tak
hanya menggambarkan
perkembangan dalam bentuk
eksternal. Namun, menekankan
juga tahapan-tahapan proses
pembentukan secara internal,
tahapan-tahapan dalam embrio,
penciptaan dan
perkembangannya. Semuanya
diakui oleh ilmu pengetahuan
modern," papar Prof Johnson.
* Prof TVN Persaud
Guru besar Anatomi dan
Kesehatan Anak dari Univeristas
Manitoba,, Winnipeg, Manitoba,
Kanada, itu juga mengakui bukti-
bukti ilmiah yang tercantum
dalam Alquran. Dia adalah
penulis puluhan buku dan
ratusan jurnal ilmiah. Pada tahun
1991, sempat meraih JCB Grant
Award. Inilah pengakuannya
tentang kebenaran Alquran
yang disampaikannya saat
memaparkan hasil penelitiannya
di Kairo, Mesir.
"Awalnya, saat melihat
Muhammad sebagai manusia
biasa, tak bisa membaca dan tak
tahu bagaimana menulis.
Faktanya, dia adalah seorang
buta aksara. Namun, apa yang
diungkapkannya (Alquran) pada
1400 tahun lalu, secara
mengagumkan, sungguh akurat
dan sesuai dengan sains
modern," papar Prof Persaud. Ia
pun secara tegas menyatakan
bahwa ajaran yang dibawa Nabi
Muhammad SAW pastilah firman
Tuhan.
* Prof Joe Leigh Simpson
Guru besar dan Ketua
Departemen Obstetrics dan
Gynaecolog, Baylor College of
Medicine, Houston, Texas, AS, itu
juga mengakui kebenaran tanda-
tanda ilmiah yang terdapat
dalam Alquran. "Tak ada
pertentangan antara genetika
dengan agama Islam. Adalah
fakta bahwa agama Islam telah
menjadi petunjuk bagi ilmu
pengetahuan," cetusnya. Prof
Simpson pun meyakini bahwa
Alquran berasal dari Tuhan.
Sebab, Nabi Muhammad SAW tak
bisa membaca dan menulis.
* Prof Alfred Kroner
Guru besar Departemen Geosains
Universitas Mainz, Jerman, ini
dikenal sebagai salah seorang
geolog terkemuka dunia. Ia
mengaku terkagum-kagum
dengan isi Alquran yang mampu
menjelaskan asal mula
terbentuknya alam semesta.
"Memikirkan dari mana
Muhammad berasal ... saya
berpikir hampir tak mungkin dia
telah mengetahui banyak hal
tentang asal mula alam semesta,"
paparnya.
Menurut dia, para ilmuwan saja
baru mengetahui asal mula
pembentukan alam semesta
dalam beberapa tahun terakhir,
dengan menggunakan kemajuan
teknologi yang sangat rumit.
Atas dasar itu, Prof Kroner juga
meyakini bahwa Alquran yang
disampaikan Nabi Muhammad
SAW adalah firman yang berasal
dari Tuhan.
* Prof Yushidi Kusan
Direktur Observatorium Tokyo,
Jepang, ini juga menyatakan
sangat terkagum-kagum dengan
apa yang dijelaskan Alquran
tentang alam semesta. "Saya
sangat terkesan dengan fakta-
fakta astronomi dalam Alquran
yang terbukti kebenarannya.
Kami, para astronom modern,
baru mempelajari secuil saja
tentang alam semesta,"
ungkapnya. "Dengan membaca
Alquran dan menjawab
pertanyaan, saya kira, saya
dapat menemukan jalan di masa
depan untuk menginvestigasi
alam semesta."
Penulis : hri
REPUBLIKA - Rabu, 17 September
2008

Tidak ada komentar: